Minggu Pagi di UGM/SunMor UGM

Minggu pagi adalah waktu yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga ataupun untuk sekedar olah raga dan jalan – jalan. Salah satu tempat favorit msyarakat Jogja adalah kawasan UGM,pada setiap Minggu pgi tempat ini selalu ramai dengan orang – orang yang berolahraga maupun hanya jalan – jalan biasa,selepas berolahraga biasanya mereka akan mencari makanan dan minuman untuk sekedar mengganjal perut serta menikmati suasana beramai ramai.

Bermula dari situlah banya pedagang – pedagang yang menggelar lapak – lapak dengan aneka dagangan,mulai dari makanan kecil,aksesoris,hingga pakaian.Akibat pedegang terus bertambah,lokasinya pun juga turut meluas,hingga lembah UGM dan kampus Diploma Ekonomi. Pasar tiban/pasar dadakan ini dimulai pada pukul 05.00 dan berakhir pukul 12.00WIB.Oleh karena itu pasar ini hanya diadakan pada hari minggu,dan sering disebut Sunday Morning atau disingkat SunMor.Tak ada sejarah pasti tentang kapan munculnya istilah “SunMor” tetapi yang jelas SunMor sudah melekat pada hati masyarakat Jogja dan ada aturan tidak tertulis di kalangan mahasiswa,bahwa barangsiapa yang menghuni Jogja harus pernah berkunjung ke Sunday Morning.

Suasana yang hanya ada di hari Minggu pagi ini memang begitu khas. Paten bin tulen. Orangnya yang bermacam-macam menambah warna kekhasan sunmor ini. Dari muda sampai tua, orang Jawa sampai orang Papua, mahasiswa UGM sampai mahasiswa UII, dari yang suka becanda sampai yang mudah marah, semua ada disana. Barang-barang yang dijual pun banyak macamnya. Dari baju sampai celana, dari sepatu sampai topi, dari makanan ringan sampai makanan berat, dari handuk sampai keset, aneka minuman, aneka aksesoris dari gelang sampai jam tangan, dan barang-barang unik lainnya dipamerkan di sunmor. Canda, tawa, persahabatan, persaudaraan, keanekaragaman, keunikan, menjadi satu di Minggu pagi. Sehingga tak ayal saya pun kembali tersenyum lebih lebar melihat suasana yang begitu khasnya.

Selesai melepas lelah saya pun kembali berjalan. Berjalan sambil melihat barang-barang jualan siapa tau saya tertarik untuk membelinya (walaupun ketika itu saya hanya membawa uang 5000 IDR). Dan ternyata benar bnyak yang ingin saya beli (hanya ingin saja ya.. hahahah), tapi apa daya saya tidak sanggup membelinya ketika itu. Saya pun memutuskan untuk pulang saja.

Sayang beribu sayang senyuman yang selalu muncul ketika itu harus dinodai dengan fikiran negatif saya. Entah ini saya yang terlalu negatif atau memang negatif keadaannya. Disepanjang perjalanan di sunmor saya tidak menemukan satupun tempat sampah. Cukup ironis. Hingga saya pun bingung mau buang sampah bekas minuman saya dimana. Yah, barulah setelah saya berjalan 500 meter ke arah kos saya menemukan gundukan sampah yang sepertinya siap untuk dibakar. Saya pun membuang bekas minuman saya disana.

Padahal sudah banyak semboyan-semboyan dimana-mana. “Buanglah sampah pada tempatnya”. Tapi kalau tidak ada tempatnya lalu mau buang dimana? Memang kebersihan itu bukanlah hal yang penting. Tapi sangat penting. Saya ulangi, sangat penting!!! Salah satu parameter Kota atau Negara itu maju adalah dilihat dari kebersihannya. Kalau Indonesia belum bisa menjaga kebersihannya, jangan harap Indonesia bisa maju. Solusinya? Mulailah dari diri sendiri, dan mulailah dari yang kanan, right?

https://galihramdhan.files.wordpress.com/2011/11/jalan-jalan-pagi-di-sunmor-ugm_articleimage.jpg?w=300

2 responses to “Minggu Pagi di UGM/SunMor UGM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s